Bagaimana IPAL Bisa Berperan Penting Terhadap Kelestarian Lingkungan?

Dalam pembahasan kali ini, mari mulai dari unit yang terkecil dahulu, yaitu rumah tangga. Adalah suatu hal yang lumrah bila tiap rumah tangga menghasilkan limbah, mengingat memang hampir semua aktivitas yang dilakukan oleh manusia menghasilkan bahan sisa.

Karena namanya adalah bahan sisa, otomatis sebagian besarnya sudah tidak bisa digunakan lagi. Nah, yang menjadi masalah di sini adalah kesadaran manusia-nya itu sendiri, yang cenderung langsung membuang bahan sisa atau limbah tersebut, tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu.

Masih ada banyak masyarakat yang berpikir praktis dalam hal limbah ini, apalagi untuk yang cair, tinggal menyiramnya di tanah maka limbah tersebut akan meresap dan beres, limbah sudah tidak ada.

Tidak sedikit pula masyarakat yang langsung mengalirkan limbah cairnya ke selokan, dimana selokan tersebut langsung terhubung dengan badan air atau sungai. Yang demikian ini tidaklah benar. Memang, jika melihat dari permukaan, masalah limbah akan berhenti sampai di sini.

Tetapi, jika kita menelaahnya lebih lanjut, akan ada sederet akibat yang bisa muncul karena perbuatan ini terutama pada lingkungan.

Apabila limbah rumah tangga ini sudah masuk ke badan air, secara otomatis sifat kimia, biologis serta fisika badan air tersebut akan berubah dan akhirnya juga berpengaruh terhadap organisme yang ada di dalamnya.

Mengapa demikian? Coba tengok sebentar prinsip toleransi Shelford yang mengatakan bahwa setiap spesies organisme memiliki batas ambang toleransi.

Toleransi terhadap apa? Tentu saja terhadap suatu faktor yang ada di lingkungan. Nah, perbedaan batas toleransi di antara 2 macam populasi terhadap faktor lingkungan seperti ini bisa berpengaruh pada kemampuan berkompetisi.

Apabila suatu lingkungan memperoleh limbah yang kaya zat organik misalnya, kondisi ini sangat memungkinkan bakteri untuk tumbuh sekaligus juga menghabiskan oksigen terlarut yang ada di dalamnya.

Kemudian, jika persediaan oksigen terlarut ini akhirnya tidak bisa memenuhi kebutuhan gara-gara dilahap oleh bakteri tersebut, maka lingkungan akan menjadi anaerob. Hal seperti ini bisa mengakibatkan organisme yang tidak toleran terhadap kurangnya jumlah oksigen akan menurun, dan spesies yang toleran akan semakin meningkat karena kompetitornya berkurang.

Jika semua itu sampai terjadi, ini bisa mengakibatkan yang namanya ketidakseimbang ekosistem. Hal yang seperti ini sebenarnya memang sudah jelas menunjukkan bahwa kita memang sebaiknya tidak mengabaikan masalah pengolahan air limbah rumah tangga ini. Dan salah satu teknologi yang bisa kita terapkan untuk melakukannya adalah IPAL Rumah Sakit, yakni Instalasi Pengolahan Air Limbah.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>